Footer Widget #1

Senin, 02 November 2009

Lambang Kota Pekalongan


Tidak berbeda dengan daerah lain dari tingkat I / II di seluruh tanah Air kita Indonesia,maka daerah tersebut telah memiliki lambang buat daerahnya, dimana lambang daerah merupakan pencerminan bagi masyarakat, budaya, industri, dan lain sebagainya.
Dan lambang adalah wajah bagi masyarakat itu sendiri dalam kehidupan sehari – hari.
Didalam pembuatan lambang daerah biasanya melelali persidangan para wakil – wakil kita di di dewan perwakilan Rakyat daerah dan juga melalui lomba mencipta lambang yang di ciptrakan oleh masyarakat luas, setelah setelah melalui berbagai saringan dan pengawasan oleh dewan, makalambang itu baru disyahkan kegunaannya.Di kotamadya Pekalongan sendiri sejak tanggal 29 januari 1957 telah di syahkan lambang kota sesuai dengan surat keputusan Dewan Perwakilan rakyat peralihan kota besar pekalongan
Hal ini diperkuat lagi dengan dicantumkannya tambahan lembaga daerah swastantra tingkat 1 Jawa Tengah tanggal 15 desember 1958 seri B no.11 dan juga dan juga telah mendapatkan persetujuan Penguasa Perang daerah Teritorium IV dengan surat keputusan tanggal 18 Nopember 1958, Nomor KPTS – PPD/ 00351/ 11/ 1958.
Lambang daerah yang disyahkan tersebut, diantaranya Asal – usul nama Pekalongan berpijak pada kata A – PEK – KALONG - AN, yang berarti sejarah pertumbuhan kota Pekalongan karena tempat penangkapan ikan laut.
Sedang siapa pencipta lambang tersebut, anehnya arsip di kotamadya Pekalongannya hingga kini belum di ketemukannya.

SURAT KEPUTUSANNYA SEBAGAI BERIKUT :

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERALIHAN KOTA BESAR PEKALONGAN..


PASAL 1.
Daerah swantra daerah kota besar Pekalongan, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan pemerintahannja demikian pula daerah tersebut dalam kedudukannja resmi, mempunjai lambang.

PASAL 2.
Bentuk lambang daerah swantantra, kota besar Pekalongan di tetapkan sesuai dengan lukisan terlampir pada peraturan – peraturan daerah sebagai berikut :

Perisai berbentu empat persegi pandjang dengan imbangan pandjang : lebar =2 : 1 diatas setengah lingkaran sabagai dasar.
• Bagian ke satu berdasar kuning emas muda sebagai lambang sedjahtera berisi lukisan “canting“ memperlambangkan “KOTA BATIK”..
Tjanting berwarna merah sebagai lambang hidup dan kainja berwarna hijau daun padi jang sedang bertumbuh sebagai lambang tumbuh kesedjahteraan.
• Bagian kedua bermotif batik “ djalamprang “ memperlambangkan seni batik
• Bagian ketiga berdasar biru menggambarkan laut berisi 3 ( trias politika ). Ikan berwarna putih perak di dalam djaring berwarna hitam dan jang berarti sedjarah pertumbuhannya asal mulanja Kota besar Pekalongan tumbuh Karena tempat – tempat penangkapan ikan laut ( A – PEK – KALONG – AN ).
• Perisai betadjuk lukisan banteng sebagai lambang kota, dengan 5 ( pantjasila) menara, satu diantanja jang ditenjah merupakan pintu gerbang dan sedikit lebih tinggi dari jang lain, menggambarkan adanja 1 sila jang menonjol jakni “ketuhan jang maha esa” jang berarti penduduknja beribadah, benteng berwarna hitam bata lambang kekuatan.


PASAL 3.

Lambang sebagai dilukiskan pada pasal 2 itu boleh perketjilkan demikian rupa, hingga dapat dilukiskan pada kepala tjap kota besar, tanda – tanda padjak ,tanda jasa bagi begawai dan lain – lain.


PASAL 4.

1. peraturan daerah ini berlaku mulai pada hari pertama sesudah hari pengundanganja.
2. sedjak saat berlakunja peraturan – peraturan ini tidak berlaku lagi peraturan – peraturan daerah, peraturan atas keputusan jang bertentangan dengan ini.


KEPALA DAERAH
KOTA BESAR PEKALONGAN
Ttd

(SOEHARTONO SLAMET POESPOPRANOTHO).
Pekalongan, 29 Djanuari 1957
Dewan Perwakilan Rakjat
Daerah Peralihan
Kota Besar Pekalongan

Ketua,

(BAMBANG SARDJONO NOORSETYO).

Peraturan daerah ini telah disahkan oleh Menteri Dalam Negeri, dengan keputusannja tanggal 4 september 1959, No.des.9/52/20.


Sekretariat Pemerintah
Dalam Negeri RI
Ttd
(Mr. S. WONGSONEGORO).

Telah mendapat persetudjuan Penguasa perang daerah teritorium IV dengan surat keputusannja tanggal 18 Nopember 1958, Nomor.KPTS-PPD/00351/11/1958.


KETERANGAN :

  • PERISAI : dasar terbentuknya adalah dua tameng (perisai) bilat ialah bentuk tameng Djawa aseli
  • BETENG (benteng) : Daerah kota dilambangkan dengan beteng mataram, sebab kota timbul dari beteng dan Pekalongan menurut sedjarahnya semula termasuk wilayah Mataram WARNA HITAM : batu, yang melambang kan kekuatan.
  • IKAN DIDALAM DJARING : lambang kota yang asal mulanya tumbuh karena penangkapan ikan laut ( A – PEK – KALONG – AN ). WARNA IKAN PUTIH : (perak) : hasil jang berfaedah. Djaring = berwarna hitam.
  • DASAR IKAN DAN DJARING: WARNA BIRU : berarti samudra jang makmur.
  • TJANTING : lambang kota Batik. Warna tjanting : merah lambang perdagangan batik jang hidup.
  • DASAR TJANTING KUNING : warna padi mengemas = lambang kesetjahteraan.
  • TANKAI TJANTING : motief batik (djlamprang), BERWARNA HIJAU daun padi jang sedang tumbuh = lambang senantiasa tumbuh kearah kesedjahteraan.

:scream:----------:sweaty:

1 komentar:

Wah lengkap banget nich postingnya,sip sip sip.....

Poskan Komentar

sebelumnya saya mohon maaf apabila ada comen yang bernada spam atau porno akan saya hapus...
sebelumnya terimakasih........
oh ya...klo bisa nanti kalau mau posting pake open id and URL...
agar bisa saya mampir ke blogs or web anda,,,

NB: jangan lupa gosok gigi ya and jangan lupa vote postingnya.........

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More